FKPM Adakan Sosialisasi UU Pesantren Di Banten

BANTEN – Setelah dari Madura, Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) melanjutkan rangkaian silaturahim ke pesantren-pesantren di wilayah Banten.

Bertempat di Pesantren Al-Mizan 2 Putri Pandeglang Banten diadakan Sarasehan dan Dialog tentang Undang-undang nomor 18 tahun 2019 dan regulasi turunannya yang dihadiri oleh pesantren-pesantren dari berbagai asosiasi pesantren, seperti; Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2i), Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), Ahad (31/10/21).

Hadir pada pertemuan tersebut Drs. KH. Anang Azharie Alie, M.Pd.I selaku Ketua Dewan Presidium FSPP Pusat Provinsi Banten (Pimpinan Pesantren Al-Mizan), Ketua Umum FPAG Dr. KH. Zulkifli Muhadli, MM. (Pimpinan Pesantren Al-Ikhlas Taliwang), Presiden P2i Dr. KH. Tata Taufik, M.Ag. (Pimpinan Pesantren Modern Al-Ikhlash Kuningan), Sekjen FPAG KH. Anang Rikza Masyhadi, MA. (Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang) dan M. Shobirin, SH. (Ketua Devisi Hukum dan Advokasi FKPM).

Senada, Kiai Hafiet Juliet, M.A selaku Pendiri dan Pimpinan Pesantren Mumtaza mengaku bersyukur dan senang dapat menjadi tuan rumah dalam silaturahim kali ini. Terlebih, dalam momen ini best practice metode pembelajaran bahasa Arab di Mumtaza dapat disampaikan kepada para guru dari berbagai pesantren melalui daurah.

Sekjen FPAG KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D yang ikut hadir secara langsung dalam acara itu juga mengapresiasi prakarsa dari para kiai pesantren FPAG di wilayah Jateng dan DIY. Menurutnya, silaturahim seperti ini penting karena pasti ada bahasan yang menjadi topik bersama, dan apalagi ada kajian, daurah dan kegiatan pendukung lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Devisi Hukum dan Advokasi FKPM M. Shobirin, SH. menjelaskan detail tentang Undang-undang nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren dan aturan turunannya.

“Regulasi pesantren dan wadahnya sudah ada, dari Undang-undang, Perpres, PMA, KMA, dan juknis-juknisnya, sekarang saatnya untuk memanfaatkan dan mengisinya untuk kemajuan pesantren”, pungkasnya.

Acara Sarasehan dan Dialog ini diikuti oleh ratusan pesantren yang ada di wilayah Banten dan berjalan dengan hangat dan dalam suasana kekeluargaan.

Silaturahim FKPM selanjutnya akan diadakan di Lampung dan Palembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *